“Senja”
Tak pernah lekang oleh sang waktu
Semburat cahayamu menandakan berakhirnya hari ini
Dari sini disudut garis khatulistiwa aku memandangmu
Semburat cahaya mentari memulangkanmu pada peraduan
wahai sang mentari
Membagi canda dan tawa di siang hari
Bisakah engkau bertahan lebih lama
Aku ingin memandang sosok wajah yang terukir di sudut
cahayamu
Suatu wajah yang mulai menua oleh usia
Namun hadirnya tak akan pernah pergi
Tak tergantikan dari lubuk hatiku
Ayah Ibu
Jadilah selalu malaikatku
Sekarang, nanti, dan selamanya
padaMU sang pemberi segala dengar dan kabulkanlah
permintaan ini
dari dalam hati ingin aku menjadi peniti jalan menuju
surgawi bagi mereka yang aku kasihi
“Tanah
Bumbu, 22 April 2018
@RJ@
Komentar
Posting Komentar