Cinta pertmaku (part 1)

Cinta pertamaku

Berkali-kali melihat video-video seoarang ayah yang sangat berat melepas putrinya saat pesta pernikahan maupun lepas ijab dan qabulnya. Membayangkan diriku sendiri jika sampai nanti waktunya Aku membersamai insan yang di pilihkan Allah menjadi pasangan hidupku bagaimana ekspresi yang Aku rasakan meninggalkan cinta pertamaku.

Iya sosok Babe begitulah panggilan sayangku pada ayahku yang selalu memberikan apapun yang Aku minta, yang Aku impikan tanpa bertanya mengapa inginkan hal itu berusaha memenuhinya. Dengan sekuat tenaganya dan kekuatan yang di punya mengusahakan segala keinginan putrinya, Aku bandel, suka membantah sejak mulai bisa berpendapat sendiri Aku selalu saja banyak membantah dari pada menurut. Ada satu hal yang sangat Aku ingat kala masuk usia SMP beranjak di kelas satu SMP semester dua, Babe mendapatkan teguran dari sesama rekan kajian Babe kenapa putrinya yang beranjak remaja belum berhijab, Aku merasa terpukul Babe ku disudutkan demikian.

Bukan karena tak ingin anak remajanya ber hijab layaknya seorang muslimah, namun apa daya saat tahun 2000 saat itu jilbab, kerudung, belum diberdayakan di sekolah-sekolah. Aku mengingat betul yang berkerudung di sekolahku saja hanya ada seorang saja kaka kelas, itupun anak seorang Haji yang notabene secara ekonomi sangat mampu dan jauh berbeda dari keluarga kami.
Namun dari hinaan dan kaliamat-kalimat yang tak mengenakkan tadi Babe dan keluarga berjuang keras mengumpulkan rupiah demi membuat anak remaja putrinya, berbaju muslimah ke sekolahnya.

Ujian untukku sendiri tak selesai di situ, saat baju muslimah sudah ada ditangan tentu sanggupkah Aku diantara teman-teman sebaya yang masih manja dan cantik-cantiknya dengan rambut tergerai kemana-mana rok pendek dibawah lutut. Aku ber rok panjang, berkerudung, jika saat itu menggunakan motor bergerak dengan bbm mungkin keribetan itu hilang semua. Di zaman Aku SMP masih bersepeda ontel jarak tujuh kilometer setiap hari di tempuh.

Babe dan keluarga saja berjuang keras mewujudkanku menjadi seorang remaja muslimah, masak Aku ga bisa mewujudkan mimpinya. Bertekadlah Aku berkerudung meski jadi bahan ejekan hingga beberapa bulan, berusaha menikmatinya tapi guru-guru memberikan tempat istimewa perubahan dari kostum dan sikapku.

Sebenernya ini hanya sebagian dari kebandelanku, di masa SMA yang seharusnya Aku mulai sudah dengan sikap yang feminim layaknya beranjak menjadi anak remaja yang mulai dewasa namun apa daya pengaruh ke dua kakakku yang laki-laki daya tarik petualangan anak laki-laki tetap saja menarik sampai sampai detik ini aku menyukainya.

Kenakalan di masa SMA ku besok cerita lagi ya
😁😁😁
#ODOPBATCH7
#OneDayOnePost
#odopday7

Komentar