Tanda Mata


Tanda Mata

"Hari ini siap untuk pertanyaan kuis terakhir, dari minggu lalu.Ibu kn janji selesaikan kuis nya dan bagi hadiah loh"
"Ayoo Buu.. Siapp"
"Oke, kalau udah siap jangan ragu-ragu kalau hadiahnya juga sangat istimewa satu unit laptop hii"
"Ah bohong ini Ibu, masak iya laptop"
"beneraaann laptop KW tapinya🤣🤣🤣".


Semangat mereka nampak begitu Antusias, mendapat tawaran hadiah tadi. Untuk melanjutkan kuis di kelas yang sempat Aku tunda di dua kali pertemuan untuk ulangan harian dan juga kondisi badan yang kurang fit saat itu.


Mulai nampak menegang kedua kelompok yang beradu hari ini sebut saja grup B dan grup C. Memang ke duanya punya jubir kelompok yang luar biasa tanggap dalam pertanyaan dan sigap dalam menjawab.
Dimulai dari pertanyaan pertama di menangkan oleg grup B sampai di pertanyakan terakhir grup C membalap menjadi memutar balik skor, dan meraih hadiah pertama. 


Aku bermaksud membawa mereka berfoto bersama untuk dokumentasi bersama, berjuta ekspresi di jubir kelompok C yang mewakilkannya

"Kenapa anwar kok gemeteran begitu,gugup Bu saking kagetnya kalau menang terus dapat hadiah".

Aku hanya bisa tertawa jadinya,melihat anak-anak yang polos sekali ini, belum lagi Ibnu jubir kelompok B yang sedikit murung dan nampak kecewa karena hanya menang jadi juara ke dua kuis kali ini. Di akhir pembelajaran tak lupa Aku sematkan pesan.


"Anak-anak ibu yang ibu sayangi, jangan melihat dari hadiahnya ya mungkin bukan sesuatu yang istimewa tapi lihatlah kembali pemberian dari siapa dan inget mengapa prosesnya kalian mendapatkan hadiah itu nak ya".


"Ibu berbagi sedikit pengalaman tentang hadiah, dahulu ketika ibu mengajar di provinsi bukan sekolahan formal hanya di bimbingn belajar. Sebelum ibu hijrah ke daerah sini, disana Ibu punya banyak anak didik juga. di bimbel ketika Ibu hendak pindah dan pamitan mereka semua memberikan banyak hadiah pada ibu, bukan karena Apa bentuk hadiahnya di mulai dari pulpen sampai kerudung. Itu semua bentuk kasih sayang dan juga ketulusan mereka pada Ibu tentunya, sampai sekarang tiap ibu menulis pakai pulpen atau kerudung itu  Ibu kenakan jadi ingat semua Ibu siapa saja yang kasih kado itu. Begitu pula hari ini,Ibu berbagi dengan anak-anak ibu sekarang juga sama bentuk kasih sayang dan penghargaan atas pembelajaran yang rajin juga teliti dalam belajar".

Di sela-sela ocehanku tiba-tiba salah satu anak didikku meneteskan air mata, entah terkenang apa anak itu dan Aku menanyakannya
"Ikhsan, kenapa anak Ibu?"
"Ga apa-apa Bu (sambil melerai air matanya"
Kemudian teman-temannya menyahut "Ingat gurunya itu Bu,kangen bisa ya".

Hanya Ikhsan yang tahu kebenaran gugurnya si air mata rindu pada keluarganya atau memang sosok gurunya, Karena beratny menjadi seorang satriwan dan santriwati ya sudah jelas jauh dari hiruk pikuk dunia luar dan keluarga tentunya.

Jadi untuk penguatan terakhir hari ini, yang belum menang jangan berkecil hati, semangat buat semua anak-anak Ibu sudah jadi pejuang dan insyAllah pemenang jika setiap hari hapalan Al-Qur'annya semakin bertambah dan sekolahnya pinter-pinter.

"Ikhasn juga semangat ya",
Setelah dibagikan hadiah masing-masing kelompok mereka tersenyum ceria dengan hadiah-hadiah yang di dapat dan dibagi bersama-sama,Ibnu yang tadi nampak kecewa tersenyum bahagia di dapatinya pulpen doraemon sebagai tanda mata atau hadiah untuk kelompok dua.

Bahagia itu sederhana
Memandangi senyum ceria dan kepolosan mereka anak-anak didikku




#ODOPBATCH7
#OneDayOnePost
#Odopday9

Komentar

Posting Komentar