Asem Manisnya Hidup
Suka buah Strawberry
ga?
Menawan dengan
warna merahnya, ranum tangkainya dengan segenap helai tangkai daunnya di dekat
dasar tangkai buahnya. Tapi setelah digigit apa yang kamu rasakan dilidahmu? Asam
kah manis kah atau kamu perlu menambahkan gula untuk menambah rasanya, aku
maknakan hidupku dalam hitungan hari ini layaknya menggigit sebagian strawberry
sampai beberapa kali gigitan tapi aku yakin dari semua proses gigit menggigit
ini semua akan menghasilkan rasa kenyang dan juga memiliki kesimpulan yang nampak
menawan tak selalu manis dalamnya pun buah lainnya nampaknya sangat tidak
menarik tapi manis didalamnya.
Itulah kehidupan
dunia, terkadang disuguhi dengan sesuatu yang seperti itu tidak hanya manis
tapi juga rasa asam. Jika kalian hanya merasakan rasa Asam saja Tuhan yang
kejam atau kalian yang kurang membijaksanai diri pun sebaliknya jika hidupmu
lurus dalam rasa manis saja apakah kalian tak akan mati dengan rasa manis itu. Setiap
unsur di dunia ini menggambil tempatnya masing-masing jika sekarang saya harus nampak
di depan semua orang sebuah hal yang konyol dan bodoh tak apa, karena mata
kebenaran akan melihat dengan sendiri sejalan seiringan waktu dengan
kebohongan-kebohongan yang disanggahi untuk menutupi kebohongan yang lain.
Jika seseorang
lantang mengatakan SunatuAllah itu berlaku namun lakunya sendiri tak sejalan
dengan apa yang diamalkan dan diimani, semua kata itu akan kembali dalam
hidupnya Allah kembalikan, entah itu sebuah teguran ringan ataupun sampai keras
hanya menunggu waktunya saja, tak ada seorang yang rela dirinya dihinakan
dihadapan orang lain hanya menggiring dari opini diri orang itu sendiri yang bermasalah.
Memang hanya sebagian orang seribu satu ditumpukkan
jerami, yang mampu memiliki jiwa pemimpin tidak menjadikan seorang kambing
hitam di atas kesalahan diri sendiri, bukan cuci tangan bak seorang pengecut
yang menguatkan diri agar nampak suci. Menjual ayat-ayat Allah untuk mempengaruhi
pikiran orang lain, ingatlah satu pengawasan yang tak pernah tidur meski akupun
tak luput dari dosaku masih belum bisa memaafkan dengan sesegera mungkin
segenap fitnah dan kehinaan dihadapan anak-anak didikku sendiri.
Hanya bisa
menghela nafas panjang, dari pertempuran lahir batin ini yang aku bisa lakukan
kini hanya berdoa pada sang kuasa, tunjukkan segenap kecurangan-kecurangan dan
kelicikannya untuk bisa membangun istana yang memperkaya diri sendiri bukan
untuk mewujudkan impian dalam suatu bingkai senyum dan berkah. Aku masih
mengingat betul entah sebuah hadist dari
Rasullallah atau ayat Al-Qur’an aku hanya mengingat pesan itu
“Barang siapa
menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya. Allah akan memanggilnya di hadapan
para makhluk pada hari kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang iya ingikan”
Hanya hal ini
yang aku ingat saat semalam rasa hancur sudah seluruh harga diri ini, aku
percaya Allah juga akan memperlihatkan saja sebuah pengorbanan berbalut makna jujur.
Terimakasih untuk
anda yang menutupi segenap fakta kebenaran dan seluruh antek-antek didalamnya
semoga Allah membersihkan hati kita semua sehingga tetap beristighfar demi
sebuah kebaikan.
Tapi pelajaran hidup ini sampai Allah menjemput dan sisa jerih
payahku tak dibereskan kepintu surga maupun neraka aku akan menagihnya karena
itu hutangmu.
Setelah dicari
literaturnya kalimat diatas yang aku jadikan pedoman semalam adalah sabdanya
Rasulallahu ‘alaihi wassalam yang shahih. Terimakasih senantiasa menuntunku yaa
Rabbana.

Komentar
Posting Komentar