***
Hari inipun sama tak ada yang
berbeda Eno kecil kembali berpetualang di kebun karetnya yang mulai pandai bergetah,
iya itulah yang juga menjadi hasil pencaharian keluarga pak Ahmad dan bu Tarmi.
Sesegar itu pagi dipenuhi dengan kicau burung-burung hutan nan merdu.
Eno kecil berlarian dengan
membawa air minum dibotol gajah miliknya yang berwarna hijau itu, Eno memang
sangat beruntung berada di keluarga yang dipenuhi kasih sayang meski materi
bukan pemuasnya, bu Tarmi membawa perbekalan dalam bakul berbahan purun sembari
membawa teko berisikan air dingin perbekalan mereka.
“Nduk jangan lari-lari nanti
kepleset loh”
“Enggak Mak, adek mau main
kebawah sana ya kedeket pohon manggis”
“Jangan Jauh-jauh nanti ga
denger kalau dipanggil Mama sama pak e kalau pulang”
“Njehh”
Tangkai demi tangkai
dedaunan di kebeun karet, mulai dari daun manggis, daun rambutan juga daun
pohon nangka dirangkai Eno kecil menjadi berbagai macam mainan. Topi dari daun
nagka, daun rambutan sebagai uang belanja dan daun manggis sebagai sayuran yang
di Rajang-rajang kecil dengan pisau kecil mainan miliknya.
Karena hampir menjadi
kesehariannya Eno kecil bermain dengan tanaman juga hewan-hewan kecil hampir
semua hal tak terlalu ditakutinya kecuali hewan yang satu ini “Ulat berbulu
yang sangat panjang-panjang” karena sangat gatal dan menempel pada apapun yang
dilekatinya.
“uler sengkrang” orang jawa
menyebutnya,
“Mamaaaaaa……”
“Ulerrrr sengkranggg”
Suara teriakan Eno memekakan
telinga Bu Tarmi meski berada dikejauhan berbeda berapa blok dari tempat
anaknya bermain di kebun. Bu Tarmipun bergegas lari mengejar arah suara putr
bungsunya itu
“Eneng Opo to Nduk”
“Iku Mak” (sambil
menunjukkan diatas sebuah daun manggis ulat gatal yang berbulu lebat itu
berjalan dengan lamban tapi Nampak menakutkan ukuran anak usia 5 tahun itu.
Bu Tarmi
segera menyingkirkan jauh-jauh ulat tersebut hingga membuat wajah Eno kecil
kembali memerah setelah tadi Nampak pucat karena ketakutan. hari ini
petualangan Eno harus berakhir karena si Ulat sengkrang tadi, jam pulang ke
rumah untuk istirahat perbekalan hanya diamkan seadaanya oleh bu Tarmi dan Pak
Ahmad sembari memandangi dari kejauha putri bungsunya yang sibuk bermain dengan
dedauan sesekali kehausan meminum air putih dari botol gajah kesayangannya.
#Tantanganpekan8
#eps.2
Uler sengkrang itu yang bikin panas di bekas gigitan itu bukan ya mbak?
BalasHapusngeh mbk e klo nempel ga bisa ditarik harus dipotong bagian yang ditempelinnya
Hapus