Bapak Ibukku Pahlawanku eps 2


***
Hari inipun sama tak ada yang berbeda Eno kecil kembali berpetualang di kebun karetnya yang mulai pandai bergetah, iya itulah yang juga menjadi hasil pencaharian keluarga pak Ahmad dan bu Tarmi. Sesegar itu pagi dipenuhi dengan kicau burung-burung hutan nan merdu.

Eno kecil berlarian dengan membawa air minum dibotol gajah miliknya yang berwarna hijau itu, Eno memang sangat beruntung berada di keluarga yang dipenuhi kasih sayang meski materi bukan pemuasnya, bu Tarmi membawa perbekalan dalam bakul berbahan purun sembari membawa teko berisikan air dingin perbekalan mereka.

“Nduk jangan lari-lari nanti kepleset loh”
“Enggak Mak, adek mau main kebawah sana ya kedeket pohon manggis”
“Jangan Jauh-jauh nanti ga denger kalau dipanggil Mama sama pak e kalau pulang”
“Njehh”

Tangkai demi tangkai dedaunan di kebeun karet, mulai dari daun manggis, daun rambutan juga daun pohon nangka dirangkai Eno kecil menjadi berbagai macam mainan. Topi dari daun nagka, daun rambutan sebagai uang belanja dan daun manggis sebagai sayuran yang di Rajang-rajang kecil dengan pisau kecil mainan miliknya.

Karena hampir menjadi kesehariannya Eno kecil bermain dengan tanaman juga hewan-hewan kecil hampir semua hal tak terlalu ditakutinya kecuali hewan yang satu ini “Ulat berbulu yang sangat panjang-panjang” karena sangat gatal dan menempel pada apapun yang dilekatinya.

“uler sengkrang” orang jawa menyebutnya,
“Mamaaaaaa……”
“Ulerrrr sengkranggg”
Suara teriakan Eno memekakan telinga Bu Tarmi meski berada dikejauhan berbeda berapa blok dari tempat anaknya bermain di kebun. Bu Tarmipun bergegas lari mengejar arah suara putr bungsunya itu
“Eneng Opo to Nduk”
“Iku Mak” (sambil menunjukkan diatas sebuah daun manggis ulat gatal yang berbulu lebat itu berjalan dengan lamban tapi Nampak menakutkan ukuran anak usia 5 tahun itu. 

Bu Tarmi segera menyingkirkan jauh-jauh ulat tersebut hingga membuat wajah Eno kecil kembali memerah setelah tadi Nampak pucat karena ketakutan. hari ini petualangan Eno harus berakhir karena si Ulat sengkrang tadi, jam pulang ke rumah untuk istirahat perbekalan hanya diamkan seadaanya oleh bu Tarmi dan Pak Ahmad sembari memandangi dari kejauha putri bungsunya yang sibuk bermain dengan dedauan sesekali kehausan meminum air putih dari botol gajah kesayangannya.

#Tantanganpekan8
#eps.2

Komentar

  1. Uler sengkrang itu yang bikin panas di bekas gigitan itu bukan ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngeh mbk e klo nempel ga bisa ditarik harus dipotong bagian yang ditempelinnya

      Hapus

Posting Komentar