Bapak Ibukku Pahlawanku eps. 3


***
Hari ini tak seperti biasanya Eno kecil dan kedua orang tuanya tak memilih pergi keladang, karena kakak – kakak Eno dirumah iya ini hari minggu hari bahagianya Eno karena berkumpul dengan kakak-kakaknya. Bermain bersama di halaman belakang rumah mereka yang dipenuhi dengan pepohonan jambu sampai-sampai tiap pohon jambu itu memiliki tuannya.


Pohon jambu Bangkok, milik kang Gun,Jambu kerikil milik Kang Min dan jambu susu milik mbak Sri, pohon jambu Eno yang mana pasti kalian bertanya kan dalam hati? ehee Eno belum memiliki pohon jambu sendiri karena Eno anak bungsu jadi kemana saja bebas mengikuti kakak-kakaknya khususnya mbak Sri yang selalu diikutinya kemanapun berjalan.


Rambut Eno yang lurus cepat sekali tumbuh, sehingga gatal sekali tangan mbak Sri untuk memotongnya tapi karena Eno sedikit rewel jika dipotongkan rambut oleh kakaknya sendiri. Mbak Sripun meminta tolong pada salah satu teman bermainnya juga teman disekolahnya mbak Susi sebut saja begitu.


“Mbak sus potongke rambute adekku ya”
“Potongan koyok opo maunya”
“Yang biasa aja pendek tapi jangan pendek-pendek banget ya mbak e”
“Sipp, ajak main nanti ya ketempat biasa kita mainan itu?”
“Njeh mbak, nanti bilng aja mau potong rambutku dulu ya biar dek Eno ga nesu mbak e”
“Iya wes, gampang diatur”.


Setelah berbincang mbak Sri dan mbak Susipun merancang kejutan kecil untuk Eno iya sebuah snack dan juga permen lolipun berhasil merayu Eno untuk dibawa kesebuah pohon kopi  yang rindang dan bermaksud memotong rambut Eno perlahan dari belakang.


“Adek dipotong dulu ya rambutnya”
“Dipotong yang cantik ya mbak e”
“Iya adek, mau cantik kan biar bisa pakai baju saras”
Beberapa menitpun berlalu namun apa yang terjadi dibagian finishing rambut dek Eno , mbak Susi kebablasan memotong rambut bagian bawah sehingga percislah potongan rambut itu menjadi seperti karakter dora kalau sekarang ini dan karakter wanita diserial boboho zaman dulu.


“Duh dek kependekkan dikit aja kok ga apa-apa tetep cantik itu”
“Beneran kan ga kenopo-kenopo mbak e, rambut adek liat ke kaca ya adek dirumah”
Berlari si gadis kecil ke dalam rumah dan ternyata histerislah dia
“Mamaaaaaaa hooaaaaa rambut adek kayak boboho maaaaaa, mbak e pada jahatttt”.

Menyusul mbak Sri ke dalam dan Eno kecil mengurung diri dikamarnya sudah, mbak Sri merasa kasian dan ingin minta maaf tapi adek bungsunya masih menangis sesenggukan di dalam kamar kedua orang tuanya.


Komentar

Posting Komentar