Dunia Pandai Menghakimi
Relakan ikhlaskan Ret
Mau bagaimana lagi sudah terjadi tetap akan terjadi entah dunia setuju atau tidak mahluk Allah yang satu itu tak akan kembali. Bagaimana cara terbaik menanganinya itulah sekarang solusinya, berhari-hari ini ganguan pencernaan bukan salah makan tapi memang efek kepala dan pikiran selalu penuh.
Mau bagaimana lagi sudah terjadi tetap akan terjadi entah dunia setuju atau tidak mahluk Allah yang satu itu tak akan kembali. Bagaimana cara terbaik menanganinya itulah sekarang solusinya, berhari-hari ini ganguan pencernaan bukan salah makan tapi memang efek kepala dan pikiran selalu penuh.
Jika dikeluarkan akan jadi air mata, akan jadi hal-hal yang menyesakkan nantinya tapi ditaha pun hati ini sering merasa dipenuhi air mata tak bisa dikeluarkan pun ditahan benar-benar sesakkan dada. Mengapa dunia pandai sekali menghakimi tanpa tahu apa yang aku rasakan, jika dikatakan aku trauma dengan manusia tepat sekali waktunya.
Sekarang ini memang aku sedang trauma hebatnya bertemu dengan manusia yang pandai membolak-balikkan fakta penuh dengan topeng kedurjanaan antara benar-benar seorang monster yang berwujud manusia. Yaa Rabb akupun sungguh trauma untuk masuk kembali ke dalam instansi ataupun bekerja dengan orang lain, apa aku harus berhenti dari semua aktifitas ini resign sedini mungkin.
Semoga ada jalan keluar dariMu yaa Allah, berat sungguh ketika amanah itu aku lepaskan padahal itu impianku. Akan tetapi aku juga tak bisa bertahan didalamnya ketika isinya hanya politik uang bukan membantu mewujudkan segenap impian.
Tak lupa ku ucap syukur, karena sudah terlepas dari jerat durjana yang hanya menyesakkan dada berminggu-minggu. Biarlah biar sisa keringatku pun yang ditelan semoga tidak menjadi suatu penyakit dikemudian hari apalagi untuk menafkahi anak istri.
Yaa Rabb meski sudah porak poranda hati, dikhianati orang-orang yang kupercaya, dihinakan diseluruh wajah anak-anak didikku, belum lagi fitnah keji yang ditabur untuk mencuci otak orang lain. Aku tak mengatakan semua yang dari mulutku benar, tapi diri ini tahu sampai dimana batas diri melawan kebatilan yang terselubung dalam sebuah wadah yang katanya instansi pendidikan.
Ampuni diri yang masih menangisi tak merelakan melepaskan impian anak-anak didikku yaa Rabb. Beban batin ini sungguh tak mudah aku lewati. di saat aku seperti ini rasanya dunia menghakimi akulah yang salah karena membangkang peraturan yang salah, dan tangung jawab yang besar namun dipermainkan. Jangan tinggalkan hambamu ini saat dunia sungguh memusuhi.

Sabar ya mba
BalasHapusaamiinnn kaaa semoga tetap kuat
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusPeluk mbak Re. Janji Allah itu pasti mbak. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik di mata Allah SWT. Selama kamu benar jangan takut mbak. Hanya bisa mendoakan dari sini. 😇🤗
terimakasih ka Ning....aamiinn insyAllah
Hapus