GEDAMBAAN BEACH


GEDAMBAAN BEACH

Tanam kenangan dan juga mengulang ingatan.
Karena sangat menyukai pantai kapanpun mendegar ajakan menuju pantai langsung di iyakan, apalagi perginya bersama-sama sungguh membawa banyak cerita sendiri tentunya. Tanpa direncanakan keberangkatan kami karena saat di rencanakan justru akan gagal. Begitupun pagi itu kami berangkat bersama dengan kapal fery penyebrangan karena pantai Gedambaan letaknya justru di kota tempat asal diri ini dilahirkan.





Kabupaten Kotabaru sedangkan kami berangkat bersama dari kabupaten Tanah Bumbu, ya itulah indahnya seni berteman dan saling kenal melalui pergaulan, perjalan yang cukup panjang untuk sampai di daerah tersebut setelah perjalanan menggunakan kapal fery penyebrangan kemudian berlanjut dengan berkendara sekitar kurang lebih satu jam menuju bagian kotanya.










Perjalanan menuju kabupaten Kotabaru dari Tanah Bumbu Kalimantan selatan



Sesampainya di kotanya barulah, kami istirahat bersama di sebuah rumah salah satu keluarga teman yang bersama dalam perjalanan kali ini, sampai di rumah tersebut kami sudah di sambut dengan hidangan yang luar biasa. Bagaimana tidak segudang seefood ada udang, dan juga rajungan atau kepiting laut disebutnya.



Keceriaan ketika makan seefood bersama



Setelah makan bersama, kami pun merancang kembali keperjalanan yang sesungguhnya yaitu menuju pantai Gedambaan, kami menggunakan kendaraan bersama-sama berdua-berdua kala itu. Sekitar  tiga puluh menit melalui jalan terobosan sepanjang jalan pun disuguhi segerombolan pepohonan dan rurumputan hijau nya dan juga pesisir-pesisir kecil menuju pantai yang  dituju.

Sesampainya di sana langsung mengekspresikan kebahagiaan kami masing-masing bebrapa spot foto pun tak luput kami abadikan.






“Jangan lupa abadikan moment-moment terindah itu dengan sebuah foto meski personilnya selalu berubah-ubah ”







“sendiri bukan berarti kesepian tapi membijaksanai menyatu dengan diri mengapa yang bersama belum tentu selalu bisa satu”

Ayunan jomblo ditepian pesisir pantai Gedambaan





“setiap hal berputar begitupun pertemanan terkadang aku menggandengmu dan terkadang kamu menggandeng yang lain, yang tak ingin ku rubah kepercayaan di dalamnya tapi kamu meruntuhkannya”



Sedikit bercerita belasan tahun lalu saat melihat gazebo ini membuatku berpikir dulu memiliki kisah manis disini dengan seorang sebut saja cinta monyetku di masa sekolah menengah pertama, ah dunia nak-anak semanis itu dan kini mengulangnya bersama mereka. Jika memang diri sering ada hilaf mengapa saling membelakangi bukan saling berhadapan dan duduk untuk membicarakan.

Perjalanan ini, selain mengukir kenangan baru tapi juga membongkar ingatan lama ehee, senyum sendiri atau justru menikmati sepoi angin pantai dan juga kenangan-kenagan yang tersisa.




“ pemecah gelombang ini bukan sekedar pemecah gelombang biasa tapi juga pemecah gelombang cinta yang pernah bersemi selama beberapa tahun di dua nama anak manusia ukuran cinta monyet semata namun membekas di dalam dada, masih kah kamu ingat pernah ucapkan apa disini di masa remaja kita?


Duduh jadi mengingat masa lalu atau kamu liburan sih Re, hii dua-duanya kok benar sungguh.  terimakasih diijinkan lagi bertandang ketempat ini meski tanah kelahiranku aku justru sering merantau karena tak diberikan kesempatan berkarya disini.  Cepat sekali rasanya waktu berlalu ya jika mengunjungi keindahan dan damainya nuansa damai di dalamnya tiba saja rasanya waktu pulang ke rumah kembali meski tak langsung pulang ke daerah kami tinggal sekarang.

“ menjelang pulang jangan lupakan jika kamu jaga alam, alam juga akan menjagamu, luangkan sedikit waktu untuk menyenangkan dirimu dengan menikmati keindahan ciptaanNya”


Pantai Gedambaan ini memang salah satu objek wisata kebanggaan kabupaten Kotabaru yang sudah masuk wonderfull Indonesia. Luar biasa ya mari lestarikan bersama. Memang kami sudahi masa bermain ombak dan kembali ke rumah saudara teman base camp awal datang tadi.



“kebanggaan satu lagi Icon kabupaten kotabaru dua Ikan todak yang tinggi menjulang lambangnya kota Saijaan ini, dan nuansa malam siring laut kotabaru”
Karena kami memutuskan untuk bermalam sehingga mendapatkan lagi liburan yang benar-benar plus-plus setelah setengah hari main di pantai kami lanjutkan kembali berpetualang kuliner makanan malam dan juga pemandangan siring laut yang dingin-dingin syahdu.




Nah itu petualangan kami mari kembali merenung saat melewati atau mengunjungi suatu tempat sudah kah kamu banyak lakukan manfaat lain untuk makhluk lain ciptaanNya.



#ODOPTANTANGANPEKAN6
#FeatureTravelling


Komentar

Posting Komentar