Semula rasanya runtuh, yaa
Rabb terulang kembali terjerumus di lobang
hitam yang kelam dan apakah sebuah kesalahanku ketika aku fokus untuk sebuah
impian yang ditumpui segenap orang dan juga berjuang sebisa mungkin meski sejelek
apapun kondisi ini. Tetap aku lakukan tugasku, tapi pil pait pengkhianatan dan
kekecewaan ini lagi-lagi tertelan.
Aku berharap dan berdoa
semoga semua ini menjadi obat atau jamu kebijaksanaan lebih dan lebih lagi
belajar menyelami kehidupan ini, karena aku sadar betul meski tetap dengan
tangis didalamnya bagaimana tidak seorang anak rantau menemukan sebagian
anggota keluarga yang sungguh dianggapnya untuk bisa jadi seorang adik namun
adik ini pula yang menusuk diri dengan menghapus sebuah kepercayaan.
Bagiku dilepaskan dari satu
tempat yang memang tak patut lagi ada di dalamnya hanya bisa berkata, Allah
maha baik menjauhkanku dari lingkungan yang amat sangat kotor didalamnya. Allah
tahu yang terbaik untuk hambanya meski cukup sakit harus melepaskan suatu
impian yang memang aku ingin tetap sebagai salah satu pionernya.
Tapi dari pada harus
senantiasa menahan tangis dan juga kekecewaan lebih banyak, lebih baik menjauh
sekalian dari mereka. Semoga saja dalang kedustaan itu semua, manusia yang berhati
keji menjatuhkan dengan jalan fitnah dan adu domba akan merugi dan bangkrut
kelak di akhirat. Rasullallah juga terbukti sangat membenci orang-orang yang
fitnah di area ini, selepas melihat tausiah singkat di instagram Ustadz Abdul
Somad menerangkan Rasullallah pernah berkunjung ke sebuah makam yang dimana
ketika berkunjung di situ Rasul membawa pisau dan ditancapkannya di atas makam
tadi seraya berkata sahabat
“mengapa ya Rasul”
“sehingga merugi si fulan” (
tapi saya lupa nama fulan ini disebut dengan siapa oleh Rasul) karena selama
hidupnya suka memfitnah, adu domba dan merugi kelak nantinya”
Tidak akan mendapatkan
apapun dari ibadahnya yang lain, entah sholat, zakatnya sedekahnya
dilanjutkannya ceramah sekitar satu menit dari penggalan ceramah ustadz di
sebuah postingan instagram teman saya.
Instropeksi diri, jangan
hanya pandai menghakimi kata-kata ini saya tunjukkan ke diri saya sendiri
termasuk dirimu yang menjatuhkanku sampai ke dasar jurang sekalipun kali ini. Sama-sama
saja menunggu Allah akan tunjukkan siapa yang sungguh menjaga sebuah makna
kejujuran.

Komentar
Posting Komentar