Hari Batik
Jalan jalan ke kota Batu
Jangan lupa membeli apel
Jika kamu mau bertamu
Bawa batik yang langsung Nempel (maksa pantunπ)
Jangan lupa membeli apel
Jika kamu mau bertamu
Bawa batik yang langsung Nempel (maksa pantunπ)
Konstantinopel kota Di Turki
Menjalin cinta di ranah orang
Kalau kamu cintai Negeri
Jangan bangga punya barang mahal tapi tak asli
Menjalin cinta di ranah orang
Kalau kamu cintai Negeri
Jangan bangga punya barang mahal tapi tak asli
Wah hari ini ternyata hari batik nasional, surat edaran dari kemendikbud pusat sampai ke seluruh instansi buat pagelaran batiknya. Ada yang di minta menghias di sekolah dengan berbagai macam motif batik dekorasinya ada juga yang wajib berkostum batik di sekolah dan kantor-kantor.
Di sekolahan kami pun begitu, hari ini staff dan para pengajarnya menggunakan baju batik semua. Sempat bingung baju batik apa yang bagus digunakan atasan atau gaun, eh ternyata baru sadar outer-outer yang saya pakai juga batik.
Jadilah kostum hari ini, gamis polosan orange dengan outer coklat batik parang. Memang jika ingin membanggakan negeri itu harus cinta produknya sendiri, nah salah satunya cintai Batik.
Tulisan di bawah ini saya kutip dari harian suara.com di aplikasi line today mengenai sejarah mengapa hari batik jatuh pada hari ini.
Meski batik sudah lama ada di Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah, namun Hari Batik Nasional baru ditetapkan pada tahun 2009 silam.
Tanggal 2 Oktober sendiri dipilih menjadi Hari Batik Nasional bukan tanpa alasan. Pasalnya, 2 Oktober 2019 adalah hari di mana UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kebudayaan Manusia kategori Non-Benda.
Selain itu, batik juga akhirnya diakui menjadi milik Indonesia setelah sebelumnya sempat diklaim oleh Malaysia.
Kenapa pada kalimat itu saya cetak tebal, karena pada zaman yang sudah semakin membaur sebuah kebudayaan dari luar negeri membuat generasi muda kita lupa akan jati diri bangsanya sendiri. Termasuk ketika memilih stlye atau gaya berpakaian, miris ketika melihat anak muda jaman sekarang menggunakan baju-baju yang sudah minim belum lagi kurang kain atau sobek dimana-mana.
Padahal sejatinya gaya berpakaian ketimuran itu tertutup, karena suku ras kita banyak di pengaruhi adat istiadat melayu. Semoga dengan di tetapkannya hari batik ini, anak muda dan generasi selanjutnya bisa memilah dan memilih setiap gaya yang siap mewarnai mereka agar tidak luntur kebudayaan kita yang asli.
Dan juga masyarakat Indonesia turut serta menjaga warisan leluhur, jangan sampai di klaim lagi oleh negara lain. Teman-teman di daerahku khususnya Borneo, nama batik khasnya adalah kain sasirangan penasaran bagaimana cantiknya lain kali kita ulas ya kain khas borneo si batik sasirangan ini.


Hahahaa paragraf pertamanya bikin gagal fokus.
BalasHapusMaksa pantun mbak e momi jaykoππππππ
HapusTadinya kukira mau bikin pantun sampai akhir. Ternyata. π
BalasHapusPantunny loh maksa mbak e wkwkwk
Hapus