Jangan Ada Bully Diantara Kita
Hari ini ada lagi akal yang berkembang anak Ibu, setelah masa libur tiga hari pulang ke rumah ada mainan lagi. Mungkin bagi anak Ibu itu sebuah permainan yang lucu, kalian tuliss beberapa kata yang mewakili orang yang tulisan itu kalian tempelkan.
Seperti biasa ada saja, drama kecil-kecilan yang kalian buat ketika Amel meminjamkan kertas post card yang biasa dipakai untuk membuat pengumuman atau pembatas pada sebuah buku kepada reihan untuk di tulis kata-kata yang tak patut di tiru.
Bukan karena itu, aku mengetahuinya tapi ketika Anwar menempelkan itu di bagian pungung Nassar kemudian dari jauh sambil mengireksi nilai tugas mereka menegur sikap Anwar.
"Anwar anak ibu, itu apa barusan yang ditempelkan dipungung Nassar."
"Ini cuma mainan Bu,"
"Sini Ibu lihat,"
Anwar membawa kertas post card warna kuning yang sudah ditulis kata-kata
"Saya orang gila sampai nanti"
Dengan cepat aku berdiri dan bertanya pada mereka,
"siapa yang menulis ini? Dan siapa yang memberikan kertasnya?"
Sejenak suasana riuh mereka menerka-nerka siapakah yang menulis, dari ujung bangku duduk Hairul bersuara
"Reihan Bu, yang menulis"
0
"Amel Ibu yang punya kertasnya".
(sahut Anggun di belakang)
"Ada lagi yang bantu mereka selain Anwar barusan".
"Saya loh ga salah Bu".
" Masih mengelak Anwar, sudah ketahuan ibu barusan".
" Masih mengelak Anwar, sudah ketahuan ibu barusan".
Sejenak tatapan Anwar nampak bengis seperti kesal, ku biarkan saja dan kutanyakan kembali kepada mereka.
"Siapa yang bantu mereka?"
Serempak anak-anak menjawab
"Tidak Bu"
Serempak anak-anak menjawab
"Tidak Bu"
"Kalau ketahuan ibu, buat begini-begini lagi bakal berlanjut laporannya kepada Bu Tiara dn bapak Agus, mau!
"Enggak Bu"
" Kalau tidak mau ibu Lapor,kalian jangan pernah nampak lagi membully teman-temannya".
" Kalau tidak mau ibu Lapor,kalian jangan pernah nampak lagi membully teman-temannya".
" Anak-anak Ibu yang pintar-pintar dan juga sudah SMP bisa saja memilah mainan yang baik atau bukan,terlebih kalian belajar di sekolah sekaligus pesantren. Jadi sikapnya tidak boleh seperti ini ya, janji dengan ibu jangan di ulangi lagi dan ini cukup yang terakhir jangan ada bully membully teman kita di kelas ini
"Iyaa buuu"
Mereka serempak menjawab seperti itu, tak terasa jam istirahat sudah mendekati bunyi bell. Akupun berpamitan dan menutup pembelajaran hari ini. Ada hal yang lebih penting
dari nilai yaitu akhlak atau karakternya harus tertanam sedari dini.
dari nilai yaitu akhlak atau karakternya harus tertanam sedari dini.
Semangat memperbaiki nak, kalian jalan di jalan yang benar ibu juga demikian saling belajar.
#OneDayOnepost
#OdopBatch7

Masalah yg mungkin banyak dialami sebagian orang
BalasHapusBetul ka fenta hal sepele kalau dibirkan bahaya buat ke depan
HapusSay no to bullying
BalasHapusYups ka mardha salam kenal
HapusJaman sekarang bully dianggap lumrah. Semangat menulis yaaa...
BalasHapusNah itulah ka Maria harus di tanamkan pada mereka bully bukan hal yg baik supaya mereka ga main2 soal bgtu
HapusYes ! Pendidikan karakter harus tertanam sedari dini
BalasHapusSemangat Bu,salut buat ibu
Terimakasih ka, karena karakter adalah jati diri seseorng jd harus dibentuk sedini mungkin
HapusIya jangan ada bully
BalasHapusBetul ka fie, jangan
HapusStop bullying
BalasHapusSemangat kak
Stop.
HapusTerimakasih ka Yoharisna