Melati setangkai
merangkai asa dengan aroma
bulir bening menyisakan
basah di dedaunan
akankah
sebuah senyum menodai rasa
tidaklah
berujung setangkai berguguran
badai
sudah gelombang pasang dan surut
berhenti
di pemberhentian yang sama
antara
luka nestapa dan kalut
lebur
jadi satu saat cinta menyambut dengan mesra
aku
tahu bukan yang pertama bukan pula suatu awal yang indah
namun
kisahku dan kisahmu berhujung pada muara yang satu
keharuman
mulai tercium di setiap pijar cahaya mata penuh berkah
semoga
segenap dan segala doa menyapa dalam ikatan yang padu
tak
perlu berburu dan juga bergegas
karena
jika memang engkau takdirku
semesta
akan menggiring pada cahaya penuh berkas
berkas
keindahan dan teduhnya dalam pengayoman seorang lelaki penuh gagas
duhai
engkau yang ada dalam hati
tunaikan
janjimu dalam peraduan kelak
ketika
hatiku dan hatimu jadi satu dan sehati
jangan
pernah buatku kembali apalagi pergi dalam keaadaan tertolak
Borneo,
05 Oktober 2019

Komentar
Posting Komentar