Wanita dan senja ^_^
Kala kesulitan memaknai hari ini, dimana tangis dan tawa campur jadi
satu semestinya ini tak terjadi namun apalah daya diri ini. Semua milikMu
ketika harus kembali suka atau tidak semuanya akan berjalan semestinya seperti
yang tertulis. Hanya terimaksih dan maaf yang bisa aku lontarkan dari
perjumpaan yang tak singkat ini, antara aku dan kalian tak ada yang salah
mereka yang tak pandai memeluk orang lain memang akan ditinggalkan satu persatu
oleh sebuah harapan.
Sudah cukup rasanya aku dirundung rasa sakit sendiri, saat aku
benar-benar mempercayai namun nyatanya aku lah yang dikhianati. Sudah cukup Ret
kamu menahannya, setelah melepaskan beban itu kamu akan merasa ringan apa itu
keikhlasan. Sejatinya jika hak itu untukmu akan kembali dengan caranya sendiri
tak perlu memaksakan orang-orang yang tak berpikir itu berpikir di kemudian
hari.
Andai dapat mengulang waktu, aku tak akan berlama-lama berpikir meninggalkan suatu hal yang aku kira patut
diperjuangkan. Namun apalah daya rasa perduli kini benar-benar tak begitu
berarti dimata orang lain, apa yang aku perjuangkan tak berbalas semestinya
biarlah Allah melihat semua. Hal yang membuatku selalu menangis “mengapa begitu
tega hancurkan impian banyak orang demi egonya sendiri”.
Mungkinkah masih bisa berubah, pribadi demikian hanya Allah yang tahu. Biarlah
sudah Ret usai disini ya membicarakan manusia-manusia yang tak berhati itu
melepaskan lebih baik dari pada bertahan dalam rasa sakit. Setelah ini
berjanjilah selalu tersenyum dan ceria kembali. Allah maha tahu Rezeki hambanya
tak perlu merasa sempit dunia ini hanya pergi dari sebuah instansi.
Senja mengajarkanmu banyak hal selalu kembali walaupun tak dinanti, akan
menghiasi langit sore meski hanya sekejap waktu. Sesekali jadilah sebuah senja
hadirmu yang senantiasa dinanti mereka yang merindumu dan juga mengharapkanmu
ceria kembali, meski raga tak bersatu lagi dalam satu wadah yang seirama tapi
percayalah kamu bisa hidup dimana saja layaknya buah kelapa. Belajarlah darinya
akan makna adaptasi dimanapun engkau larut dan tumbuh dimanapun sekalipun di
pulau terpencil pasti akan bermanfaat
untuk mahluk Allah yang lain.
Komentar
Posting Komentar