Hati yang Lembut


Sebuah Hati Yang Lembut
Keseruan hari ini ketika kami bersama di pembelajaran seni dan budaya, bagaimana tidak membuatku bahagia dan senang ekspresi mereka memang menunjukkan hal yang sama, ketika ku berikan tugas menuliskan lagu-lagu kesukaan mereka berdasarkan lagu maupun penyanyi yang dipilihnya. Dari yang menyukai penyanyi shalawatan, sampai dengan penghapal Qur’an tak luput pula lagu band yang sedang hits dan mancanegara.
Satu demi satu mereka senantiasa bersemangat bertanya,

“Bu boleh ya lirik lagunya ga ditulis semua tidak hapal Bu?” tanya Nassar
“Bu lagunya sama boleh ya? Sahut Robbi

Aku hanya bisa mengiyakan, memang kuberikan kebebasan berkreasi ditiap jam Seni dan Budaya. Wadah mereka berkreasi dalam bentuk lagu, gambar maupun berkata dalam pembelajaran. Waktu begitu cepat berlalu satu demi satu dari mereka menggumpulkan tugasnya, namun masih saja ada yang sambil bermain. Seketika Arya yang sejak tadi gemar membantu menyiapkan segala sesuatu dari kabel hingga salon meminta padaku agar sambil mengerjakan tugas dan soal sambil mendengarkan lagu.

Memang ada pemandangan yang beda kudapatkan hari ini saat memeperhatikan satu-demi satu ketennagan mereka saat mengerjakan tugas dariku dan juga menulis lagu kesukaannya. Tenang tidak terlalu rebut hanya sesekali ada pembicaraan diantara mereka, entah secara langsung aku ingin mengabadikannya dalam sebuah gambar.




Ada hal yang jarang setiap orang merasakan bahagianya diantara ketulusan nuansa kebersamaan, percayalah duhai kedua orang tua diluaran sana masa-masa mendidik anakmu adalah masa yang paling indah jika dilalui dengan sebuah kesabaran dan keikhlasan dalam melakukannya. Mereka memang bukan anakku sendiri tapi disekolah mereka memang anak-anak bapak dan ibu guru.

Mencoba mendalami tiap karakter mereka ada yang pendiam dan juga dingin layaknya es eh ketika luka atau sakit mendadak akan sangat mellow dan cengeng, begitu;lah kelembutan itu juga tercermin dari hati salah-satu anak didikku hari ini, setelah bersemangat sambil bersendang soal dan juga tugas menuliskan lagu kesukaan seselai.

Mulailah konser itu berlangsung, para anak perempuan setelah mengumpulkan lagu-lagu favoritnya memilih sosok Gus Azmi sebagai idolanya untuk dinyanyikan lagu sholawatnya bersama, terdengar syahdu. Disusul para anak laki-laki yang memilih lagu gadis berjilbab ungu  dan duet antara laki-laki juga duet sesame perempuan tiba saatnya duet campuran.

Dimana Arya dan Amelia memilih lagu yang sama Hmyne Guru ciptaan bapak Sartono, ketika yang lain maju Arya memang sangat suka menggoda teman-temannya alias jail. Eh ketika giliran dia yang maju justru malu-malu dan kabur karena kebetulan memang ku sandingkan bersama Amelia, eh nyatanya Amelia lebih pemalu lagi.

“Jangan maju berdua Bu” tukas Arya
“Kan lagunya sama Ya”
Amelia masih malu hingga duduk bersama Lidya,
“Amel Ayo maju”
Mereka berdua tetap tak mau maju, akhirnya kami nyanyikan bersama lagu hymne guru tadi satu kelas, lalu tiba-tiba Amelia menangis disudut tempat duduknya.

“Bu Amel nangis” Anggun bersuara

Aku pun bergegas mendatangi ketika kudatangi semakin tersedu menangisnya, aku merasakan ada yang dia pikirkan. Teman-temannya meledek

 “inget mantan niyeeeee”
“Tidak boleh mantan-mantanan masih kecil nak”
“Amel kenapa? Apa kangen sama ibu atau sama-guru-guru disekolah dulu”
Semakin tersedu tangisannya
“Huuuuuu huuuu (sambil terisak)
“Sudah Amel kenapa jadi nangis, sudah-sudah kalau tidak mau cerita sama Ibu cerita ke Anggun atau Zakiya nanti ya”

Matanya masih memerah dan sayu namun perlahan ada senyum, Amel mulai bisa tersenyum lagi saat kami bernyanyi lagu syukur secara bersamaan. Lagu bisa berasal dari tulisan seseorang yang dirasuki jiwa hati orang yang menulisnya, sehingga yang hatinya lembut akan merasakan pula apa yang disampaikan lagu, pun sebaliknya lagu yang yang ditulis dengan amarah penulisnya juga akan membuat orang lain merasakannya begitu pula pada sebuah kata yang disisipi rasa atau disebut tulisan.

Kamu mau menulis menjadi lagu bisa lagu menjadi sebuah tulisanpun tak sedikit.



Komentar

  1. aku ga bakalan bisa sabar kalau jadi guru..huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. setidaknya guru buat anak-anak sendiri heee gtu ya mbak e

      Hapus
  2. saya punya cita2 suatu saat ingin menjadi seorang pengajar, entah mengajar apa, hihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. setidaknya sudah ada impiannya ka ehee di aamiinnkan doa baiknya

      Hapus
  3. Masyaa Allah, semangat terus Mba semoga Allah beri kekuatan dalam setiap pengabdian ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiinnn yaa Rabb makasih ka doanya, doa terbaik pula buat yang mendoakan

      Hapus
  4. MasyaAllah, guru menjadi pejuang peradaban karena selain mengajarkan ilmu juga memahami dan mendidik murid-muridnya agar berbudi pekerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiinnn yaa Rabb, semoga istiqomah ya kaka semua guru-guru di dunia ehe

      Hapus
  5. wah seru sekali, semoga selalu memberikan yang terbaik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehee iya ka begitulah dunia nak-anak memang penuh dengan keceriaan..

      Hapus

Posting Komentar