JODOH VS AJAL


Jodoh VS Ajal

Dua hari yang lalu, Aku dapati hal yang langka dimana ada dua peristiwa terjadi sekaligus dalam tempat yang sangat berdekatan. Sebagai cermin bagi hambaNya yang mau berpikir sejenak saja sebagai sebuah pembelajaran.


Bagaimana tidak di sebelah kanan dan kiri jalan yang ku lewati, ada dua peristiwa hebat dalam jarak tempuh kehidupan manusia disebut fase. Pada hari itu aku dibuat istighfar banyak-banyak karena melihat secara langsung dua hal menakjubkan itu.


Proses disebelah kananku membuktikan kebesaran Rabbi pada hambaNya menyatukan dua hati menjadi satu, membawa dalam perjalanan indah yang disebut biduk rumah tangga. 

Sungguh luar biasa bukan, iya proses pernikahan terkadang dijadikan penentu kesuksesan anak-anak bani Adam dan ibu Hawa yang pada nyatanya sukses di dunia itu bukan hanya perihal materi, apalagi pencapaian akan disatukannya dua insan di dunia.


Dalam sebuah pernikahan itu hanya sebagian kecil saja, digaris bawahi sebagian kecilnya mengapa?
Karena sejatinya disaat dua insan saling dipertemukan Tuhan dalam biduk rumah tangga adalah babak baru bisakah seseorang lebih takwa dan istiqomah dalam membawa amanah itu bersama orang baru yang dibimbingnya siapa lagi jikalau bukan istri yang dinikahi oleh seorang laki-laki pun sebaliknya si perempuan sama bisakah jadi makmum sejati membawa dan patuh untuk dibimbing kesurga.


Namun semua itu akan disadari bagi orang-orang yang berpikir saja, jika tidak yang terjadi ya seperti saat-saat ini. Jika seseorang menikah sukses segala hal nya dipandang manusia lain sebaliknya yang masih sendiri akan dianggap kurang bisa sukses dan menyusahkan orang-orang disekitarnya. Penyempitan pola berpikir ataukah orang-orangnya yang kurang jauh bermainnya dengan pola pikirnya sendiri. Ah sudahlah hanya sekedar opine receh dari mulut ini😁.

Itu peristiwa disebelah kananku, kini cobalah melihat sebentar saja peristiwa disebelah kiri jalan yang sama aku lewati ada banyak pula kerumunan orang berduyun datang tapi dengan wajah yang amat sayu.

Seakan seperti kehilangan arah, kemana membawa hidup juga diri di kelopak matanya sembab kemerahan menahan air yang ingin tumpah akan sebuah makna kepergian yang tak akan pernah kembali lagi barang sedetik ataupun dua detik melihat orang-orang yang disayang dan berpamitan.

Yaa Rabbana hari itu rasanya seperti sedang bercermin dengan takdir, begitulah maha kuasanya Allah memelihara hambaNya dalam takdir yang apik dan runut. Berpuluh ribupun protes jika Allah berkehendak terjadi maka terjadilah. Sejatinya takdir digengamanNya erat hanya doa yang mampu merubahnya juga keyakinan kita pada penciptaMU.


Ada beberapa kesamaan dua fase yang baru aku saksikan, apakah teman-teman menyadarinya pula. "iya kuasa Allah akan jodoh,rezeki,juga ajal sungguh nyata adanya tak perlu diragukan lagi,untuk memulai awal pernikahan dengan doa baik dan untuk mengawali kehidupan atau babak baru dalam kubur juga dengan doa baik dari orang-orang yang ditinggalkan juga amal baik dari si mayit itu sendiri.


Berikan kebersihan hati selalu yaa Rabb, untuk membuka mata hati dan bola mata ini. Di dunia ini sebuah fana hanya sementara apapun yang sedang dijalani tidak abadi, akan ada waktunya kembali padaNya "SADARKAH" duhai diri. Masihkah melalaikan segenap tangung jawabmu, tunaikanlah segenap cinta dan imanmu kepada pencipta dan juga kekasih Allah yaa RasulAllah.


Dalam fase apakah sekarang hidupmu, di bawah, diatas atau ditengah-tengahnya semua tetap akan kembali. Istilah sebuah mobil maupun gerobak maka rodanya akan sama-sama berputar bukan. sekali lagi begitulah kehidupan yang fana ini, senantiasa bersabar, tawakal, ikhlas dan istiqomah dalam imanmu padaNya.


Saat manusia diuji bukan berarti Allah tak sayang pun sebaliknya yang semua keinginannya menjadi nyata di dunia apakah itu bentuk rasa sayang Allah semua. Tidak keduanya sama-sama ujian hanya kacamata manusia saja yang berbeda memandangnya, karena ilmu Allah maha luas tak seperti ilmu manusia jadi jangan banyak tanya lakukan kerjakan bagianmu jika diluar kendalimu berarti itu bagianNya yang tidak bisa digangu gugat dan jangan menghakimi.

#kelasnonfiksi
#odopbatch7
#day1

Komentar

  1. Iya bener banget mbak. Saat manusia diuji bukan berarti Allah tak sayang. Aku suka kalimat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. percis ka maria,, jangan salah menerka ilmunya Allah

      Hapus
  2. bagussss tulisannya :)

    mampir blog saya jg yah, jangan lupa follow :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih ka insyAllah ka di mampirin ntar ya hee pas BW bisa ne hiii

      Hapus
  3. Balasan
    1. sama-sama ka kiky wahhh di kasih hati jadi lemperrr hiii

      Hapus
  4. Sama sama takdir Ilahi ya mba Re

    BalasHapus
  5. Keren kak tulisannya...
    Benar apa yg disampaikan dalam tulisan ini

    BalasHapus
  6. wah dalem juga. Semoga diberikan kekuatan selalu untuk menghadapi ujian dan tantangan dalam hidup ini.

    BalasHapus

Posting Komentar