KETIDURAN
MasyAllah
mau bilang apa ketika sudah kejadian sudah tinggal kata-kata sekitar 100 kata
lagi, mata ini sudsh tak kuasa menahan kantuknya. Namanya juga diantara tubuh
lelah badan yang pegel belum lagi
ditambah hormonal yang tak kunjung tiba menambah lengkapnya badan yang mulai
tak menentu arahnya.
Tak terniat
sungguh apalagi sengaja, di saat akhir-akhir mengumpulkan tugas menulis malam ini,
justru menjadi hal unik karena kelelahan menghadapi si laptop akhirnya di
detik-detik terakhir justru tertidur di hadapannya. Bagaimana ya ada yang
mengatakan ketiduran itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan.
Apa teman-teman
juga akan mengatakan demikian saat mengalami posisi ketiduran, dari pada pusing
memikirkan hal itu salah atau benar lihat saja faktanya orang yang setelah
ketiduran apakah menyesal sudah tertidur. Tentu tidak benar adanya justru yang
setelah ketiduran merasa tubuhnya lebih segar lagi seperti di awal bangun tidur
pagi pula.
Anugerah sungguh
ketika tubuhmu lelah, tiba-tiba kamu hanya berharap rebahan di kasur tapi
nyatanya terbawa alam mimpi, ketiduran lebih awal atau ketiduran di jam tidur
siang. Sama-sama tetap anugerah bagi saya saya katakana iya, jangan benci diri
sendiri jika sudah terjadi artinya tubuh kita meminta perhatian lebih perlu
waktu istirahat ekstra.
Bahkan ada
sebuah hadist dari Rasulallah mengenai istirahat atau tidur siang agar ada
istirahat barang sebentar melepaskan penat yang dirasa setelah lelah bekerja,
namun banyak kita yang mengindahkan hal tersebut bukan alasan karena jam kerja
panjang dan juga tidak sempat tidur jika istirahat makan siang hanya sekitar
jam ishomapadahal ishoma itu pun kepanjangannya (istirahat, sholat, dan makan) tapi nyatanya tidak demikian di kantor
maupun instansi terkait yang jam kerjanya padat atau full.
" Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang." (HR. Abu Nu’aim)
Anjuran melakukan tidur siang ini Rasullulah SAW lakukan mengikuti firman Allah SWT di dalam Alquran tentang keberkahan melakukan tidur di tengah hari.
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (Ar-Ruum :23)
Mengenai hal
ketiduran mengingatkan saya betapa berharganya jam tidur kita dibandingkan
apapun termasuk harta melimpah dari sebuah kisah dongeng anak-anak di masa
kecil keponakan saya yang sering saya bacakan untuknya waktu itu. Cerita tentang
“Raja kaya raja dan si penebang pohon”.
Apakah teman-teman
pernah mendengarnya, ada seorang Raja yang amat sangat kaya raya yang tak bisa
tidur sudah berpekan-pekan lamanya, bagaimana tidak aneh dikatakan oleh para
perdana menteri, istri dan juga pangeran mengapa ayahandanya tak kunjung dapat
memejamkan matanya semenjak menjadi Raja.
Padahal
apa yang salah kata para menteri dalam hati, tempat tidur saja dari sutra,
begitupun selimutnya tapi Raja tetap tak bisa tidur. Seluruh tabib di istina
sampai bingung apakah obat yang sekiranya bisa membantu rajanya itu terlelap
dalam tidurnya, karena merasa iba akan kesehatannya yang mulai menurun karena taka
da tidur sedikitpun semenjak menjabat menjadi seorang raja.
Sampai disuatu
hari, seorang menteri mendatangkan tabib yang berasal dari jauh tapi bukan dari
dalam istana, tabib pun mulai menanyakan satu persatu keluhan sang Raja.
“Raja
apakah kasurmu tak nyaman? Atau selimut yang panas?”
“Tidak
sama sekali tabib, ini kasur ternyaman yang aku punya juga selimut sutra yang
paling lembut dinegeri ini”
“Apakah
Raja memikirkan negeri ini sehingga mata Raja sangat enggan terpejam?”
“Tidak
juga negeri aman sentosa mengapa aku harus khawatir” (Tapi sejenak mimik wajah
sang Raja berubah”
Setelah itu tabib memberikan ramuan dalam minumnya,
“MInumlah
ini raja, agar membuatmu mengantuk jika Raja tak merasakan apapun juga setelah
minum. Bawalah anak buahmu yang pandai dan berkuda pergi berburu bersama
dengamu di hutan yang jauh dari kerajaan”
“mengapa
harus berburu aku sudah lama tidak melakukannya Tabib”
“Karena
disana, Raja dapat menemui seseorang yang sangat pandai tidur anda bisa berguru
padanya”.
Beberapa hari
menjelang setelah pengobatan Raja dan tabib luar istana tersebut dirasa tak
berpengaruh, kemudian Raja meminta sang menteri bawakan aku parjurit pilihan
dikerajaan ini untukku bawa berburu juga pangeran beri kabar agar ikut
bersamaku.
Setelah mengumpulkan
pasukan khusus pilihan kerajaan Raja berpamitan dengan ratu dan staff menteri
agar menjaga kerajaan selama beliau berpergian, mereka pergi ke ujung kawasan
kerajaan itu dan menemukan sebuah hutan yang sangat rindang, Raja memilih
bidikannya pada kijang yang gemuk dan sehat lagi lincah.
Beberapa kali
melepaskan anak panah buruannya raja teteap saja meleset, merasa tak bebas
ketika berburu bersama para pengawal dan juga pangeran. Raja memutuskan mereka
berpencar untuk menemukan kijang yang lolos barusan. Sampai ketika sang Raja
tersesat terlalu jauh ke dalam hutan tersebut, di saat mengendap-ngendap di
kawasan hutan yang dipenuhi pohon kering Raja mendapati seseorang yang sedang
asyik menembang kayu dan menyusunnya menjadi kayu bakar.
Di awasinya
dari jauh penebang kayu itu, sampai apa yang dilihatnya oleh Raja ketika lelah
menghampiri penebang kayu, dia bersandar kemudian tertidur di bawah kayu
tersebut. Sang Raja amat heran hebat sekali orang itu hanya meneabang kayu saja
bisa langsung tertidur wah aku harus berguru padanya kata sang Raja dalam hati.
Sang Raja
mendekati penebang kayu perlahan dan mengendap-ngendap untuk meminjam kampak
pemotong kayu, kemudian menggunakannya sampai tidak diketahui oleh penebang
pohon yang sedang tertidur. Saat penebang
pohon tersadar dilihatnya seorang gagah berani sedang memotongkan kayu untuknya
diapun terkejut karena baginda Raja tidak berpakaian layaknya raja penebang
kayu terkejut melihat siapa dia menebangkan kayu untuknya.
“Hai anak
muda, sedang apa kau disini memakai kampakku?”
“Wah guru
sudah bangun?”
“Hahh
guru? Aku bukan guru aku hanya si penebang pohon”
“Kamu
siapa dan untuk apa menebang kayu untukku, sudah cukup untuk hari ini sudah
cukup anak muda kau boleh istirahat. Sudah kamu makan?”
“Belum
guru, padahal sang raja membawa banyak perbekalan di luar hutan saat mereka
mulai memasuki hutan tadi”
“Makanlah
ini lauk ikan asin seadanya, dengan sambel”
Penebang
pohon iba melihat tangan raja yang mulai melepuh membelah bilah-bilah kayu
besar untuknya, dan di dapatinya tubuh yang lelah juga. Penebang pohon
membawanya bercerita sambil sang raja menikmati nasi berbalut daun pisang dan
ikan asin yang dinikmatinya bekal si penebang pohon.
“Dari mana
asalmu anak muda? Sepertinya baru pertama kali kamu bekerja keras ya karena kamu
keliatan letih”
“Saya dari
ujung hutan diseberang guru, sedang belajar mendapatkan ilmu agar aku bisa
tidur nyenyak sepertimu barusan tolong ajarkan hamba guru cara tidurmu tadi”
“Aku tidak
melakukan apa-apa anak muda hanya membelah kayu setiap harinya, jika ku lapar
akan kumakan sebungkus nasiku kemudian aku rebahkan tubuhku di bawah pohon yang
rindang. Hanya itu yang kulakukan tiap hari”
Raja bergegas
menghabiskan nasi berlauk ikaan asin tadi untuk kemudian menembang kayu
kembali, sang penebang pohon sangat heran kuat sekali anak muda ini menebang
kayu sebanyak ini. Ketika dirasa badan sang raja mulai letih keringat
bercucuran amat deras akhirnya raja mengikuti saran sang penebang pohon
bersandar pada batang pohon yang rindang, tanpa disadari sang raja angina sepoi-sepoi
dibawahnya pohon rindang membuat mata sang raja yang sudah lama tak terpenjam
seperti disihir untuk menutup kelopak matanya.
Penebang kayu
yang memperhatikan dari tadipun tersenyum bahagia menyaksikan si anak muda ini
tertidur dengan lelapnya dalam waktu yang cukup lama, para pengawal dan
pangeran yang mendapati sang raja di sebuah pohon bersandar dan tertidur
bersama seorang penebang pohon bergegas membawa sang raja pulang keistana.
Penebang kayupun
terkejut juga heran akan semua kejadian yang baru saja dialaminya itu. Sejak saat
itu raja kembali normal dan berbagi kebahagian pada rakyat-rakyat kecil lainnya
dan juga si penebang pohon. Pembelajaran yang bisa kita ambil teman-teman dari
kisah diatas harta,tahta bukan segala dibandingkan dengan nikmat Tuhan yang
sesederhana itu. Jadi jangan salahkan tubuh apalagi dirimu jika kalian
ketiduran lagi ya termasuk seperti semalam yang kualami walaupun harus
berhutang tulisan hiii. Semangat untuk hari ini dan jangan lupa bersyukur akan
nikmat yang diberikan Tuhan padamu.
apapun bentuknya
saya juga pernah bahkan sering mba, yaah mudahan kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah ksih ya mba,
BalasHapusDikira saya sendirian detik2 terakhir justru merem si mata ehee aamiinn kaa
HapusSelalu berayukur adalah kebahagiaan yang asasi
BalasHapusSiaaappp
HapusBener mba, jika badan sudah lelah maka yg tepat adalah beristirahat. Aku juga sering gitu. Seperti ada sinyal kalau badan drop
BalasHapusIyah ka sblum drop pasti mlh istirahat banyakan
HapusKeren kakakku
BalasHapus#semangat
Siapp pakk semangat buat semua
HapusAku juga seriiiing kayak gitu mba Ree. Hahahah. Dikau tidak sendiri
BalasHapusNikmatnya ketiduran ya mbak e hiii
HapusTidur itu anugerah ya mbak 😅
BalasHapusiya ka aplg tidurnya nyenyak hii
Hapus