Seringlah Bercermin
Pagi ini lewat status aplikasi wa teman di kontakku,
ada hal yang unik yang bisa dijadikan bahan perbandingan mengaopa ku katakan
demikian? Simak baik-baik video yang peratama ini.
Bagaimana menurut teman-teman sikap anak-anak dalam
video itu? Mestinya seperti apa? Apakah hanya dibiarkan saja oleh orang dewasa
atau mendapat perlakuan khusus dalam didikannya, ini hanya secuil kasus- kasus
anak remaja pada zaman sekarang yang mungkin diluaran sana lebih miris dan
mengerikan lagi mereka perbuat.
Salah kan siapa?
Orang tua?
Guru?
Atau bahkan lingkungan!
Kalau saya boleh berkomentar salahkan semua ketika
diantara mereka baik tapi tak didukung oleh yang lain hal diatas akan tetap
menjadi sebuah kebiasaan yang dilihat lumrah, padahal seusia mereka merupakan
usia-usia cemerlang dalam belajar dan menimba ilmu tapi pada nyatanya?
Mereka justru menjadi bagian kemajuan zaman katanya,
tanpa mempertimbangkan sisi psikologis mereka, di tinjau dari sisi orang tua
bagaimana mereka akan mengerti pertumbuhan anaknya kala mereka lebih sibuk
dengan rutinitas kerja tanpa bisa lepas dari hal di dalam benda kotak yang kita
sebuh Handphone .
karena refleksi
diri itu penting wahai orang tua jika tak ingin kelak kehidupan mendatang
anak-anakmu hancur karena lingkungan dan juga pergaulann, akan rusak karena
suplai materimu tanpa ada pengawasan darimu. Semua harus mulai kita renungkan
dari hari ini bagi yang sudah menjadi orang tua maupun yang nantinya ingin
menjadi orang tua.
Dari sisi Gurunya, mencoba mewarnai sebaik apapun sang
guru dengan warna lengkap layaknya pelangi. Jika dirumah di lingkungan dimana
dia tinggal kegelapan menyelimuti dan kembali lagi mengingat hari Guru yang
baru saja kita lewati sudahkah para guru merefleksi diri dalam menyampaikan materi
dan pembelajaran hanya sekedar mengajar tanpa mendidik, koreksi kembali niat
anda ketika sudah siap disumpah menjadi seorang tenaga pendidik secara negeri
maupun masih di dalam lingkup honorer.
Tak ada yang membedakan, tapi yang beda bagaimana
menjadi guru yang bisa menerapkan pembelajaran dan juga menanamkan perilaku attitude juga karakter anak-anak didikmu
menjadi manusia seutuhnya. Kemudia dari sisi lingkungan masih ingat atau perlu
diputar ulang video diatas wanita-wanita lebih dewasa dari anak-anak itu justru
tertawa dan merekam video itu hingga kita tonton barusan.
Agar viral, agar masuk situs video lucu. Tapi cobalah
tilik sebentar saja dalam hati kalian semua jika itu adek atau keponakan kita
pasti ada rasa kesal bahkan akan menjewer telinga, di usia minim dan masih
kategori anak-anak mereka sudah sangat mantap mengatakan “Aku Tidak Bisa Hidup
Tanpamu”.
Itu kalimat yang di keluarkan orang-orang setidaknya
sudah memasuki fase dewasa,tapi apa boleh dikata zaman mengajarkannya,
lingkungan memakluminya, alat bantu untuk semua itu berlangsung yang bisa kita
lakukan hanyalah lebih mawas diri pada orang-orang terdekat kita jangan sampai
justru trend yang seperti itu membaur menjadi biasa.
Jangan biarkan masa-masa indah seorang anak dalam
belajar lebih giat lagi justru menjadi calon-calon play boy dan play girls
di masa depan. Jika ditanya mbak Re kenapa berani sekali menulis ini, untuk
menampar semua orang termasuk diri saya sendiri jangan diam ketika hal yang
melenceng terjadi beranilah menegur dan mengupayakan jika sudah kita lakukan
tetap hal negative terjadi kuncinya hanya bercermin dan merefleksikan diri.
Sejauh apa kita manfaat dan saling nasehat menasehati
dalam kehidupan terutama pada generasi muda yang ada disekitar kita. Dan video
kedua kali ini menjadi bahan cerminan kembali di diri ini, bagaimana tidak maha
besarnya Allah ketika anak-anak diatas berani berkata “Aku Tidak Bisa Hidup
Tanpamu”.
Salah satu makhluk Allah yang lain memberikan contah
hidupnya tak akan bertahan lama tanpa pasangan yang sudah dia pilih,
Sekarang yang jadi pertanyaan apa manusia tidak malu
meski belajar pada burung Baya Weaver
yang dengan nyatanya akan sehidup semati dengan pasangannya. Bercermin di
video yang awal tadi anak-anak mengucapkan kata itu dengan mudahnya tanpa berpikir
panjang apa makna dari kata-kata yang dia ucapkan.
Jadilah bahan perenungan kita semua jalan untuk
menjadi baik itu tak mudah, tapi jika sudah benar jalanmu jangan merasa paling
baik. Mulailah bercermin pada diri dan sekitarmu.
Mengimspirasi kakak...terima kasih ya
BalasHapusTerimakasih kaka
HapusInspired... Mampir blogku mbak hee
BalasHapusBoleh2 mbak e namanya siapa
Hapus