HIASAN MIMPI


HIASAN MIMPI

Tiba-tiba aja tadi pas dijalan sepulang beli jus sirsak, entah bersenandung diatas motor lagu judulnya diatas Cuma bagian reff saja, kebiasaanku dari zaman masih anak-anak sampai sekarang kalau denger senandung apapun itu pasti lewat liriknya bagian reff.

Mau sholawat, lagu band, lagu dangdut, india ah pokoknya gitu berbagai jenis lagu pasti ingatnya dari reff saja. Dan tadi ingat liriknya begini

“Bila ku memandang bulan wajahmu indah cemerlang
Menerangi alam dunia membawa penyegar rasa
Cahyamu berseri-seri tampan menawan hati
hinggaku terpesona oh ciptaan yang kuasa

seru memang menghilangkan penat seharian diatas motor bersenandung. Bagi sebagian orang mungkin aneh tapi ya begitulah menikmati waktu-waktu yang digunakan sehari-hari untuk aktifitasku.

Tidak ada yang salah ketika kita mengingat sesuatu kemudian memunculkan keceriaan, habis ingat lagu barusan tiba-tiba lagi ingat pernah punya mimpi indah, ketemu sosok yang didamba bukan siapa dan mengapanya karena wajahnya tak nampak jelas.

Tapi yang membuat rindu itu tingkah lakunya sopan sekali, mengistimewakanku layaknya teman hidupnya, iya kali si pangeran bawanya sepeda ontel tapi entah kenapa larut dalam kesederhanaannya membuatku terkejut ketika mata terbuka sudah pagi hari.

Nah barusan cocok banget kan liriknya sama lagu hiasan mimpi, karena entah memikirkan apa lalu bermimpi demikian. Mungkin hayalan anak perawan lagi rawan-rawannya ahaaa, mendamba calon pasangan hidupnya itu sah-sah saja kan ya man-teman. Syahidah Fatimah putri Rasul saja mendamba sahabat Ali tanpa bicara tapi Allah lebih peka akan hati insannya.

Tanpa diucapkan saja Allah kabulkan melalui doa-doa, ada sedih terselip ketika orang-orang diluaran sana memberikan prasangka-prasangkanya pada anak-anak muda yang masih sendiri, jangan menghakimi apapun yang diluar kuasa dan kendalimu duhai manusia.

Andai saja kalian tahu tidak semua kehidupan seseorang dibuat selalu mujur apapun yang ingin dikehendakinya dikabulkan Tuhan, mengapa begitu ya karena setiap hal yang istimewa perlu diperjuangkan. Yang salah itu kalian tidak mendoakan justru menzalimi seseorang melalui lisanmu.

Contoh yang lumrah pertanyaan yang ga akan ada habisnya untuk dijawab seseorang?
      Kapan menikah?
      Kapan punya anak?
      Kapan nambah momongan?
     Kapan kerja?
     Kapan-kapan yang lainnya

Cobalah liat sudut pandang yang lain jika kalian tanyakan hal-hal tersebut ke seseorang yang masih sendirian kapan menikah? Bukankah kalian menyakiti hatinya tanpa sengaja tapi itu sungguh menyakiti tanya saja para korban pertanyaan tersebut.

Bertanya kapan punya anak? Kepada seseorang yang kebetulan sakit kemudian tidak bisa mengandung atau hamil lagi atau karena satu hal  alas an lain masih belum bisa mengandung kembali kalian sangat melukai seseorang tersebut.
Kemudian bertanya pada seseorang yang baru saja merayakan kebahagiaanya menjadi seseorang sarjana dalam petualangannya dengan amplop coklatnya mencari kerja dimana-mana belum diterima lamarannya dengan pertanyaan kapan mulai kerja? Sungguh kejamnya duhai lisan ini lupa pada tempatnya Tuhan itu maha adil merancang sesuatu.

Pun pada seseorang yang baru saja melahirkan dan anaknya masih balita kalian tanyakan, kapan nambah momongan? Yang ada kalau saya salah satunya dalam pertanyaan itu jangan saya kembalikan pertanyaan dengan kapan kamu meninggal ya? Ngocehin orang mulu astaghfiruallah maafkan ya maafkan begitulah jadi emosinya.

Ada sebuah quote yang benar adanya untuk dijadikan cerminan di akhir zaman ini?

“Orang-orang banyak bicara tapi tanpa otaknya”

Terdengar sarkas bukan teman-teman tapi itulah dunia kejam ini jika manusia-manusia semua tidak menggunakan akal pikiran sehatnya berbicara tanpa tahu tapi menghakimi seringlah berkaca pada diri sendiri tanpa melihat orang lain dari sudut kesalahannya.

#SELFREMINDER



Komentar