Jangan merendahkan orang lain
Nasehat yang pernah diucapkan oleh salah satu artis
ternama di Indonesia yang memang kini namanya hanya tinggal sejarah di dunia
selebritas, iya siapa yang tak kenal Olga Syahputra seorang dermawan juga tidak
sombong di balik keselengekannya dan juga ketenarannya.
Mengulas sebuah video cuplikan dari sebuah acara sesi
wawancara antara Olga dan Rafi Ahmad sahabatnya, begitu teman-teman melihatnya
akan memahami betapa setiap insan di dunia ini bisa kapanpun derajatnya dinaikkan
oleh Allah layaknya pengalaman hidup seorang Olga Syahputra yang berasal dari
keluarga yang tidak mampu sampai bisa menjadi salah satu selebritas yang
dikenal banyak orang.
Jika kini jalan hidup kita masih dibawah roda,
janganlah berputus asa. Tidak ada yang abadi teman-teman apalagi dunia ini
digambarkan hanya sekedar kita numpang minum karena haus, perjuangan yang
sesungguhnya adalah di alam kubur sampai akhir di hisabnya segala kesalahan
amalan baik dan buruknya diri.
Jikapun posisi roda kehidupan sedang diatas ingatlah
tempatmu berasal dan diciptakan, betul apa kalian ingat bukankah dari Tanah diciptakan. Jadi sungguhlah
beruntung orang-orang yang roda kehidupannya diatas tapi tetap pandai mengingat
asalnya pun dari hal yang sederhana tapi banyak arti.
Manusia itu diciptakan dari tanah mengapa sombong
laksana api ataupun waktu. Cobalah untuk tidak merasa setinggi apapun gelar,
jabatan dan juga semua yang dititipkan Tuhan padamu. Tiap orang memiliki
karakter itu pasti berbeda-beda tak mungkin disamakan.
Namun yang perlu diketahui dan diingat, semua itu
titipan hanya sebuah titipan yang diamanahkan pada diri jika menyadari. Tapi sekali
lagi kadang manusia melupakan kemampuan diri hanya dipinjamkan dan diberikan
titipan saja olehNya, jangankan harta kedua orang tua, anak, bahkan pasangan
hidup itu kelak juga bentuk ujian untuk setiap insan manusia.
Jangan mencoba memiliki sepenuhnya dengan keseluruhan
hatimu, jika tak ingin kecewa akan merundungi hatimu saat Tuhan benar-benar
kecewa telah diduakan oleh mahlukNya. Sekedarnya saya kawan dalam segala hal
meskipun mencintai orang-orang tercinta apabila saat kembali itu bukan tak akan
menangis atau diam saja menghadapi jika waktu itu tiba.
Tapi lebih kepada saling mengingatkan itu hanya
sementara, yang terpenting dalam hidup jangan pernah merendahkan dengan orang
lain yang lebih kurang beruntung atau justru jadikan tolak ukur hidup orang
lain pada diri kita sendiri. Ada takaran dalam tiap hidup masing-masing orang jadi
jangan pernah sesekali disamakan, jika tak ingin merasa sakit sendiri di hati
dan juga di perasaan, jadi penyakit hati ya kawan lebih baik mengoreksi diri
sendiri membijaksanai apa saja yang sudah kita lakukan.
Untuk berkaca hal itu sudah jadi tolak ukur belum
dalam kita menghargai orang lain, agar tak ada kata penghinaan kepada orang
lain atas beda nya pemikiran dan juga derajat seseorang. Sampai disini semoga
bisa saling menasehati dan mengingatkan jika kita ada kesalahan dan kekeliriuan
pendapat dalam menilai sesuatu dan juga pengalaman dalam pemikiran.
Beda prinsip, beda pemikiran, beda derajat itu semua
memang warna dunia daam kehidupan tinggal bagaimana kita menyikapi hal itu agar
jadi warna setiap kehidupan bukan jadi penghambat
satu sama lain dalam kehidupan.
Berkarya ataupun jadi bagian hidup orang lain itu juga
tangung jawab sebagai mahluk sosial manusia jika kita lupa sikap-sikap saling
merendahkan itu bagai hama tanaman maka tak akan ada tanaman yang tumbuh subur
nantinya.
setujuuuu....
BalasHapussiiapppp
HapusBagus kakakku, senang membacanya
BalasHapus#semangat
terima kasih bapak semangattt
HapusSetuju mbak..
BalasHapussiiiapppp mbk e
Hapus