Merah-merah bikin perih
Hari ini ngecek hasil ulangan anak-anak kok bikin mata perih hati teriris, langsung nanya diri sendiri sudah benar belum ngajarnya?
Sudah sesuai materi belum yang dibuat soal?
Apa mungkin ngajarnya ga enak?
Jadi anak-anak susah menerima.
Semua tetap jadi refleksi diriku sendiri, meski diantara banyak hasil merah-merah perih dimata kurang dari yang diharapkan. Mau bagaimana lagi namanya mereka masih siswa dan siswi paling awal berada disekolahan ini.
Tapi kami ingin selalu menerapkan hal-hal yang harusnya juga diperhatikan oleh siswa siswi saat ulangan sekolah, Ada beberapa hal yang memang mesti diperhatikan saat melaksanakan ulangan itu sendiri
"Pertama" jangan lupa berdoa saat sudah diruangan ulangan dan juga memohon agar dimudahkan berpikir dan fokus.
"kedua" kerjakan soal yang menurut kalian paling mudah lebih dulu, agar soal yang lumayan sulit memiliki rung lebih banyak dalam mengerjakannya.
"Ketiga"
Fokus pada jawaban dan soal masing-masing agar waktu lebih efisien.
"Keempat"
Kesalahan fatal yang banyak anak-anak lakukan yaitu tergesa-gesa dalam membaca soal dan juga menyilang atau membulati jawaban sehingga banyak jawaban yang semestinya benar justru salah atau bahkan banyak jawaban yang kelewatan sehingga di lembar jawaban harus kosong.
Anak-anak ibu yang pintar dan rajin, ujian di dunia memang tak dibawa sampai ke akhirat. Tapi menuju akhirat harus belajar ilmunya dan juga belajar melalui ujian-ujian di dunia ini, mau ujian hidup atau ujian akademik.
Tiap tingkatannya menawarkan banyak bentuk tantangan yang harus dilewati jika ingin jadi manusia yang lebih berkualitas lagi dimata Tuhan juga manusia yang lain.
Tapi dari semuanya jangan melupakan pula, penilaian paling utama dimata Tuhan selain penilaian dikaca mata dunia dan juga manusia. Lewat akhlakmu Tuhan menilai, lewat budi pekerti juga ketakwaanmu.
Jadi anak-anak ibu yang masih ulangan ataupun sudah remedial, tolong diingat hal-hal berikut dan jangan lupa meminta doa restu kedua orang tua jika masih ada diantara keduanya atau salah seorang saja.
Karena doa kedua orang tua, juga salah satu cara yang ampuh menunjang kesuksesan dunia sampai akhirat. Setiap aktifitas yang baik awali dengan berdoa kepada yang Maha Kuasa dan juga orang-orang yang kamu sayangi.
Jadilah kebanggan kedua orang tua, guru dan juga ustadzh dan ustadzah kalian di sekolah maupun pesantren. Tidak apa masih banyak warna yang merah jadikanlah itu penyemangat dan pemicu ketika remedial menjelang dan persiapan ulangan kenaikan kelas berikutnya.
Kalau kalian tak berani salah dan mencoba kemungkinan kalin akan jadi orang yang gagal, tapi kalau mau jadi orang yang sukses dunia maupun akhirat memang harus ditempa oleh banyak ujian, banyak tantangan dan juga banyaknya kesalahan serta kegagalan.
Untuk apa?
Untuk jadi pribadi yang pandai bersyukur senantiasa memperhatikan sekitar atau peka lingkungan
Untuk jadi orang-orang sukses yang dermawan dan pandai menolong orang lain yang dalam kesusahan.
Diakhir zaman ini banyak orang pandai, tapi tak berakhlak juga tak berbudi pekerti yang baik, dipenuhi dengan ego yang memuaskan nafsuny sendiri akhirnya banyak menimbulkan masalah untuk orang-orang sekitar dan terdekatnya.
Pandai-pandailah anak-anak ibu sekalian membawa diri di akhir zaman, kita yang sudah hati-hati saja masih bisa terjebak atau bahkan sengaja dijebak agar terbawa ke dunia yang jahat juga kelam jika kita tak mengetahui ilmunya.
Tetaplah jadi pribadi yang rendah hati dan juga penyayang, saat nilai-nilai kalian tinggi jangan sombong atau menghina teman lain yang masih kurang beruntung dengan nilai yang kurang atau bahkan pas-pasan.
Juga buat yang nilainya pas-pasan jangan berkecil hati tetaplah semngat belajar demi masa depan dan juga membanggakan orang-orang terkasih dan tersayangmu kelak.
"Generasi muda yang hebat itu yang senantiasa mau belajar bukan diam di tempat"
"Gagal coba lagi Gagal coba lagi semakin banyak mencoba semakin meningkat kemampuanmu dalam mempelajari sesuatu"
Hari ini ngecek hasil ulangan anak-anak kok bikin mata perih hati teriris, langsung nanya diri sendiri sudah benar belum ngajarnya?
Sudah sesuai materi belum yang dibuat soal?
Apa mungkin ngajarnya ga enak?
Jadi anak-anak susah menerima.
Semua tetap jadi refleksi diriku sendiri, meski diantara banyak hasil merah-merah perih dimata kurang dari yang diharapkan. Mau bagaimana lagi namanya mereka masih siswa dan siswi paling awal berada disekolahan ini.
Tapi kami ingin selalu menerapkan hal-hal yang harusnya juga diperhatikan oleh siswa siswi saat ulangan sekolah, Ada beberapa hal yang memang mesti diperhatikan saat melaksanakan ulangan itu sendiri
"Pertama" jangan lupa berdoa saat sudah diruangan ulangan dan juga memohon agar dimudahkan berpikir dan fokus.
"kedua" kerjakan soal yang menurut kalian paling mudah lebih dulu, agar soal yang lumayan sulit memiliki rung lebih banyak dalam mengerjakannya.
"Ketiga"
Fokus pada jawaban dan soal masing-masing agar waktu lebih efisien.
"Keempat"
Kesalahan fatal yang banyak anak-anak lakukan yaitu tergesa-gesa dalam membaca soal dan juga menyilang atau membulati jawaban sehingga banyak jawaban yang semestinya benar justru salah atau bahkan banyak jawaban yang kelewatan sehingga di lembar jawaban harus kosong.
Anak-anak ibu yang pintar dan rajin, ujian di dunia memang tak dibawa sampai ke akhirat. Tapi menuju akhirat harus belajar ilmunya dan juga belajar melalui ujian-ujian di dunia ini, mau ujian hidup atau ujian akademik.
Tiap tingkatannya menawarkan banyak bentuk tantangan yang harus dilewati jika ingin jadi manusia yang lebih berkualitas lagi dimata Tuhan juga manusia yang lain.
Tapi dari semuanya jangan melupakan pula, penilaian paling utama dimata Tuhan selain penilaian dikaca mata dunia dan juga manusia. Lewat akhlakmu Tuhan menilai, lewat budi pekerti juga ketakwaanmu.
Jadi anak-anak ibu yang masih ulangan ataupun sudah remedial, tolong diingat hal-hal berikut dan jangan lupa meminta doa restu kedua orang tua jika masih ada diantara keduanya atau salah seorang saja.
Karena doa kedua orang tua, juga salah satu cara yang ampuh menunjang kesuksesan dunia sampai akhirat. Setiap aktifitas yang baik awali dengan berdoa kepada yang Maha Kuasa dan juga orang-orang yang kamu sayangi.
Jadilah kebanggan kedua orang tua, guru dan juga ustadzh dan ustadzah kalian di sekolah maupun pesantren. Tidak apa masih banyak warna yang merah jadikanlah itu penyemangat dan pemicu ketika remedial menjelang dan persiapan ulangan kenaikan kelas berikutnya.
Kalau kalian tak berani salah dan mencoba kemungkinan kalin akan jadi orang yang gagal, tapi kalau mau jadi orang yang sukses dunia maupun akhirat memang harus ditempa oleh banyak ujian, banyak tantangan dan juga banyaknya kesalahan serta kegagalan.
Untuk apa?
Untuk jadi pribadi yang pandai bersyukur senantiasa memperhatikan sekitar atau peka lingkungan
Untuk jadi orang-orang sukses yang dermawan dan pandai menolong orang lain yang dalam kesusahan.
Diakhir zaman ini banyak orang pandai, tapi tak berakhlak juga tak berbudi pekerti yang baik, dipenuhi dengan ego yang memuaskan nafsuny sendiri akhirnya banyak menimbulkan masalah untuk orang-orang sekitar dan terdekatnya.
Pandai-pandailah anak-anak ibu sekalian membawa diri di akhir zaman, kita yang sudah hati-hati saja masih bisa terjebak atau bahkan sengaja dijebak agar terbawa ke dunia yang jahat juga kelam jika kita tak mengetahui ilmunya.
Tetaplah jadi pribadi yang rendah hati dan juga penyayang, saat nilai-nilai kalian tinggi jangan sombong atau menghina teman lain yang masih kurang beruntung dengan nilai yang kurang atau bahkan pas-pasan.
Juga buat yang nilainya pas-pasan jangan berkecil hati tetaplah semngat belajar demi masa depan dan juga membanggakan orang-orang terkasih dan tersayangmu kelak.
"Generasi muda yang hebat itu yang senantiasa mau belajar bukan diam di tempat"
"Gagal coba lagi Gagal coba lagi semakin banyak mencoba semakin meningkat kemampuanmu dalam mempelajari sesuatu"
Lewat akhlakmu Tuhan menilai, lewat budi pekerti juga ketakwaanmu. Benar-benar harus d ibold tulisan ini mba..catet dulu
BalasHapusBintangin mbak e hiii
Hapus